Sosial Media
powered by Surfing Waves
0
News
    Home Featured Para Tenis Paralimpiade Paralimpiade Paris 2024 Pilihan

    Sejarah Tenis Kursi Roda di Paralimpiade, dari Terapi Jadi Kompetisi - inilah

    3 min read

     

    Sejarah Tenis Kursi Roda di Paralimpiade, dari Terapi Jadi Kompetisi

    Oleh
    Share

    Petenis Agus Fitriadi, saat mengikuti pertandingan eksebisi tenis kursi roda Dash Tennis Tournament di Lapangan Tenis Bulungan, Jakarta, Minggu (18/6/2023). (Foto: Inilah.com/Agus Priatna).

    Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

    Sebelum jadi cabang olahraga (cabor) Paralimpiade, tenis kursi roda hanya dimainkan sebagai bentuk terapi di kalangan penyandang disabilitas fisik.

    Kemudian, olahraga ini menarik perhatian yang lebih luas karena sifatnya yang inklusif dan kompetitif.

    Dikutip dari Tennisfame, tenis kursi roda pertama kali diperkenalkan pada tahun 1976 di California, Amerika Serikat.

    Brad Parks, seorang mantan pemain ski air yang mengalami cedera tulang belakang akibat kecelakaan, adalah 'dalang' di balik pengembangan olahraga ini.

    Bersama dengan rekannya, Jeff Minnenbraker, ia mulai bereksperimen dengan permainan tenis di kursi roda sebagai bagian dari program rehabilitasinya.

    Melihat peluang, Parks dan Minnenbraker mulai mengadakan demonstrasi dan turnamen kecil di berbagai kota di Amerika Serikat untuk mempromosikan olahraga ini.

    Advertisement

    Dari itu, olahraga tenis kursi roda semakin berkembang pesat hingga tahun 1980-an, karena mulai dikenal di beberapa negara lain. Kemudian, cabang olahraga ini mulai dikompetisikan dalam Paralimpiade Barcelona 1992.

    Aturan Main Tenis Kursi Roda

    Meskipun tenis kursi roda mengikuti aturan dasar tenis lapangan, terdapat beberapa adaptasi khusus yang dilakukan.

    Tentunya adaptasi ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan para pemain yang menggunakan kursi roda.

    Perubahan aturan dalam tenis kursi roda adalah aturan dua pantulan. Aturan ini memungkinkan bola untuk memantul dua kali di lapangan sebelum dipukul.

    Pantulan pertama harus berada di dalam lapangan permainan, sementara pantulan kedua dapat berada di luar lapangan.

    Baca Juga:

    Adaptasi ini memberikan pemain waktu lebih untuk bergerak dan menyiapkan diri sebelum memukul bola.

    Selain itu, kursi roda yang digunakan dalam olahraga ini dirancang khusus agar sesuai untuk permainan tenis.

    Kursi lebih ringan, dengan roda yang lebih kecil dan miring untuk memungkinkan pergerakan cepat serta manuver yang lebih lincah di lapangan.

    Dengan dibuatkannya aturan khusus, permainan ini juga mulai memiliki struktur kompetisi dan organisasi sendiri sejak tahun 1988.

    International Wheelchair Tennis Federation (IWTF) didirikan untuk mengatur dan mempromosikan tenis kursi roda secara global.

    (***)

    Komentar
    Additional JS