Sosial Media
powered by Surfing Waves
0
News
    Home Featured Liga 1 Liga Indonesia Persib Bandung Pilihan Sepak Bola Sepak bola Indonesia

    Secara Aturan, Persib Tidak Mungkin Dihukum Pengurangan Poin - Simamaung

    2 min read

     

    Secara Aturan, Persib Tidak Mungkin Dihukum Pengurangan Poin - Simamaung



    SIMAMAUNG - Saat ini banyak beredar kabar bahwa tim Persib Bandung terancam kehilangan tiga poin meskipun mampu menang atas Persija Jakarta dengan skor akhir 2-0 pada laga lanjutan pekan ke-6 kompetisi Liga 1 musim 2024/2025 yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat.

    Berita ini ditengarai berawal dari postingan story atau cerita di platform media sosial Instagram milik bek tengah Persib, Nick Kuipers. Bek berkebangsaan Belanda tersebut mengunggah sebuah foto berlatar hitam dengan tulisan -3 disertai dengan emoji hati yang retak.

    Dikarenakan story tersebut, banyak berseliweran berita bahwa Persib terancam dihukum pengurangan tiga poin. Simamaung pun mencoba menggali regulasi Liga 1 musim 2024/2025. Hasilnya, tak satu pun regulasi yang berbunyi pengurangan poin untuk suatu tim bila terjadi kerusuhan. Pun di kode disiplin PSSI, tak ada aturan yang berbunyi demikian.

    Berita ini kemungkinan berawal dari wacana yang pernah disampaikan oleh Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru, Ferry Paulus pada bulan Juli 2023 lalu. Kala itu, mantan petinggi klub Persija Jakarta ini merespon permintaan publik karena maraknya kerusuhan antar suporter yang terjadi di musim lalu.

    Kerusuhan ini sendiri imbas dari larangan tandang untuk suporter tim tamu, yang justru membuat situasi antar suporter sempat memanas kala itu. Karena suporter tim tuan rumah tak ingin klubnya mendapatkan denda finansial dari Komisi Disiplin PSSI akibat adanya suporter tamu yang datang.

    "Ini (regulasi pengurangan poin) ibaratnya kode disiplin itu kan seperti undang-undang. Undang-undang dasar itu kan gak bisa istilahnya kita seperti main sulap gitu (asal diubah begitu saja),” ujar Ferry Paulus pada Juli 2023 lalu.

    Dan setelah 1,5 tahun berlalu, wacana itu tidak pernah benar-benar diseriuskan dan diwujudkan dalam bentuk aturan atau regulasi sehingga saat ini memang tidak pernah ada aturan pengurangan poin karena kerusuhan yang terjadi di stadion.

    Persib, hanya bisa dihukum denda secara finansial, laga digelar tanpa penonton atau yang paling berat adalah tidak bisa bermain di kandang sendiri dalam jangka waktu tertentu. Hal ini tertulis dalam Kode Disiplin PSSI Tahun 2023 bagian lampiran 1 pada halaman 58-63, tentang Besaran Denda untuk Tingkah Laku Buruk Penonton (sesuai dengan Pasal 70 Kode Disiplin PSSI 2023).

    Sementara kerusuhan kemarin juga mampu diredam dengan cepat lewat pengendalian kerumunan yang cukup baik dari pihak panitia pelaksana pertandingan Persib Bandung sehingga tidak terjadi hal-hal lain yang tidak diinginkan.

    Untuk makna dari story atau cerita Instagram Nick Kuipers sendiri belum jelas apa maksudnya. Story tersebut juga telah ia hapus pada Senin malam. Namun, pemain bernomor punggung 2 tersebut membuat story lain yang intinya adalah ia sangat kecewa dengan kejadian yang terjadi pada laga melawan Persija Jakarta tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ia tidak merasa aman bermain di kandang sendiri.

    Pemain asing terlama sepanjang sejarah Persib Bandung ini juga mengingatkan bahwa baik bobotoh, manajemen maupun tim Persib berada pada tujuan yang sama, yaitu untuk kemenangan. Semua pihak yang terkait dengan Persib disatukan oleh satu warna yang sama, yaitu warna biru sebagai warna utama tim kebanggaan Kota Bandung. (Gibran Arsy/Magang)***

    Komentar
    Additional JS